Soundrenaline 2008 – Menuju ke lapangan

Setelah pada malam meet and greet itu mendapat informasi dan bantuan dari Mas Arief dari Amild akhirnya saya pada malam itu menemui Mbak Tina. Setelah memperkenalkan diri dan berbincang sebentar akhirnya, saya sebagai salah satu bagian dari media, diusahakan nantinya oleh Mbak Tina sebagai “penguasa Media Center” Soundrenaline 2008 ini saya akan mendapatkan akses untuk media/press. Tentunya dengan atribut atau id-card khusus untuk media/press.
Pada pagi hari tanggal 10 Agustus 2008 itu, akhirnya saya menghubungi Mbak Tina, tentang kepastian masalah akses press ini. Dan setelah ada kepastian, saya dipersilahkan untuk segera ke media center, yang terletak tepat di sebelah belakang Amild Stage.
Bagi peserta fans camp, karena sebelumnya telah dibagikan t-shirt dalam goodie bag. Maka untuk acara Soundrenaline ini, harus memakai t-shirt berwarna hitam tersebut selama acara soundrenaline berlangsung. Tentunya juga tetap dengan tetap memakai id-card. Dan karena status saya saat itu adalah masih “peserta fans camp” maka saya juga harus memakainya. Sebuah t-shirt warna hitam dengan gambar mulut yang terbuka. Penggambaran dari tema free voice Soundrenaline 2008.
Sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh peserta fans camp dikumpulkan. Menurut kelompok masing-masing. Untuk kemudian diberangkatkan secara bersamaan menuju venue Soundrenaline 2008.Pada saat itulah baru saya bisa memisahkan diri dari “rombongan”. Karena saya harus segera ke media center.Terlihat tampang-tampang tegang dari security di wilayah sekitar Amild stage, dimana saya akan memasuki media center. Tapi ketika mengetahui saya akan ke media center, tampang tegang itupun berubah dan mempersilahkan saya untuk memasuki “forbidden area”.Memasuki media center, setelah memperkenalkan diri, akhirnya saya menandatangani semacam daftar hadir/absen. Kemudian dari mbak-mbak yang ada di media center itu saya diberi “seragam khusus” untuk media/press. Berupa t-shirt berwarna putih dengan tulisan besar PRESS dibagian bawah t-shirt. Selain t-shirt saya juga mendapat topi dan juga id-card khusus berlabel PRESS. Atribut ini, t-shirt ataupun id-card ini harus dipakai selama acara berlangsung. Jadi selama kita “berkeliaran” dimanapun akan terawasi.Dan yang jelas dengan adanya id-card dan t-shirt, sebagai tanda pengenal ini, saya bebas memasuki setiap jengkal venue. Kecuali memang sudah dibatasi oleh security dan memang tidak bisa dimasuki, oleh siapapun.
Bebas tapi tetap terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.