Riot CompanyRiot Company adalah sebuah band Punk asal Hildesheim, Jerman. Didirikan oleh Dole dan Sascha pada tahun 2001. Dengan corak musik melodic punk rock, Riot Company sudah menggebrak dunia lewat lagu-lagunya. “Music from the scene for the scene”. Dalam kurun waktu 5 tahun, band ini telah melakukan lebih dari 100 pertunjukan. Kebanyakan memang dilakukan di club club kecil, akan tetapi diantaranya ada juga yang dilakukan di “Major Stage”.

 

Band ini akan melaksanakan Welcome to The Jungle Tour Indonesia, dan Jember adalah salah satu kota yang akan disinggahi.

 

Beberapa waktu yang lalu Arie dari J-magz, berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan band ini. Berikut adalah hasil kutipannya.

 

1. Ini adalah untuk pertama kalinya anda ke Indonesia ?

 

Ya benar, dan kami tidak sabar untuk menunggunya.

 

2. Mengapa Riot Company memilih beberapa kota di Indonesia seperti Indramayu, Cirebon, Surabaya, Blitar, Jember sampai Jakarta ? Karena saya yakin di luar sana banyak cerita cerita buruk tentang Indonesia.

 

Ah itu tidak benar. Kami tahu, headline di surat kabar, cerita cerita tentang Indonesia. Tapi tidak seorangpun di band ini berpikiran buruk tentang Indonesia. Teman teman yang telah membantu kami, terutama dalam tour ini, memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia. Mereka banyak memberitahu kami hal-hal yang baik di Indonesia, seperti negaranya, scene underground dan lain sebagainya.

 

3. Tidakkah kalian takut dengan berita-berita buruk tentang negara ini seperti teror, bom dan sebagainya ?

 

Tidak hanya di Indonesia, cerita cerita buruk itu selalu ada. Tidak perduli dimanapun kamu berada, di negara manapun itu. Alarm anti bom dan teror pun ada di Jerman. Dan kami tidak takut akan itu semua. Kami respect tapi kami tidak takut.

 

4. Apa pendapat kalian mengenai Travel Warning yang dikeluarkan oleh Amerika. Apakah pemerintah kalian juga melakukan hal tersebut ?

 

Oh tidak, pemerintah kami tidak memberlakukan travel warning. mereka (AS) mengatakan wilayah-wilayah tertentu adalah berbahaya, akan tetapi pemerintah kami tidak seperti itu. Kami pikir Amerika “have a very big terrorism paranoia”.

 

5. Sebelum kalian ke Indonesia, negara mana yang menurut kalian keren.

 

Kami memiliki pengalaman yang asik di Republik Czech . Disana banyak yang menyukai kami. Tapi kami juga memiliki pengalaman menarik di kota kota di hampir seluruh Eropa dimana kami melakukan tour

 

6. Kembali ke pertanyaan dasar, mengapa kalian memilih nama Riot Company, bagaimana sejarahnya dan bagaimana kalian saling bertemu pada awal mulanya.

 

Pada awal-awal di saat kami bertemu, kami memakai nama lain sebelum Riot Company. Akan tetapi kami sendiri kurang begitu menyukainya. Akhirnya suatu saat kami menulis sebuah lagu berjudul “Here comes the RIot Company” dan kami berpikir mungkin ini adalah nama yang bagus. Band ini didirikan sejak 2001. Dole (vocals, guitar) dan Sascha (drums) adalah teman semenjak kecil. Sedangkan Hannes (bass) dan Silvio (guitar) bergabung belakangan. We are just four friends with the same love: Punkrock!

 

7. Seperti band band lain di seluruh dunia. Siapa dan apa yang mempengaruhi band ini dan musik yang dianut ?

 

Sound kami dipengaruhi oleh 80’s UK Punkrock dan Oi!-bands seperti “Cock Sparrer“, “Cockney Rejects“, “Blitz“. Akan tetapi kami juga dipengaruhi sedikit sentuhan Rock n Roll. Karena kami juga menyukai band “Social Distortion“.
But all in all we play OUR kind of music.

 

8. Saya sudah mendengarkan musik yang kalian mainkan, tentunya dari free sample dari official site dan myspace yang kalian miliki. menurut saya musik yang kalian sangat energik, melodis dan powerfull. bagaimana band ini mendeskripsikan musiknya

 

Yeah . Hard, tradisional punkrock dengan melodi yang manis

 

9. Kemudian apa yang membuat kalian berbeda dengan band punk atau hardcore yang lain ?

 

Beberapa orang mengatakan kami adalah “the cutest band on earth ;-)”

 

Kami berpikir kami adalah “very powerfull live band”. Saya pribadi membenci latihan-latihan di studio, I hate the recording studio. tetapi kami lebih menyukai bermain “live” To give the people a good time. Mungkin inilah bagian terbaik dalam kehidupan kami

 

10. Apakah politik dan revolusi, dan hal hal lain seputar itu menjadi faktor atau motivasi dalam proses bermusik kalian ?

 

Well, waktu untuk revolusi di Eropa sudah berlalu.Politics are not important in Riot Company. Semua di band ini adalah politis. tapi itu untuk dirinya sendiri. Sedangkan hal itu (politik) bukanlah bagian yang penting dalam lagu lagu kami

 

11. Ceritakan sedikit mengenai proses penulisan dan pembuatan lagu lagu kalian

 

Hehe, most songs I wrote in my bed 🙂 . Saya duduk dan memainkan beberapa melodi dengan gitar, kemudian memasukkan lirik ke kedalamnya. ketika kami berkumpul dan latihan bersama, saya menunjukkan hasil karya saya kepada mereka, kemudian kami berempat memutuskan apa dan bagaimana yang terbaik.

 

12. Dari lagu, lirik dan musik yang kalian bangun. apakah ada pesan di dalamnya, pesan yang ingin kalian sampaikan kepada penonton ataupun pendengar kalian. Apakah kalian ingin benar benar didengarkan atau “hanya didengarkan” saja? apa yang ingin kalian lakukkan dengan musik kalian ?

 

Hal yang penting bagi kami dalam bermusik adalah melodi. kami bernyanyi tentang kehidupan, sebuah hal yang mungkin semuanya tahu dan pernah merasakan. Seperti patah hati, masalah dengan polisi dan hal hal lain. Menyenangkan sekali mendengarkan fans yang mengatakan bahwa mereka menemukan dirinya dalam lirik lagu kami. Dan hal itulah yang memang sangat kami inginkan

 

13. Bagaimana Riot Company berevolusi sebagai sebuah band semenjak awal mula band ini terbentuk

 

Kami sepertinya bertambah dewasa dari tahun ke tahun. Di awal -awal kami terbentuk, kami mungkin hanya band punk rock kecil. Akan tetapi saat yang sama saat ini kami berada di panggung terbesar. Dan k ami telah bertemu banyak orang. We met so many people. Idols became friends.

 

14. Album terakhir kalian dibuat pada tahun 2006, apakah ada rencana untuk merilis materi baru tahun ini ?

 

Untuk saat ini kami akan merilis Triple Split secepatnya. Clockwork Rebells (Czech Republic), Combat 77 (Germany) dan Riot Company. Setiap band akan memainkan 4 lagu.

 

15. Mengapa begitu lama bagi band ini untuk membuat/ memproduksi sebuah album

 

Saya hanya menulis, saya membenci latihan latihan di studio.
Saya mendapatkan ide ide dari tempat lain. dibawah shower, dalam mobilr, …but not when I want to write a song.
Saya pikir tidak terlalu lama untuk merilis album dalam waktu 2 tahun.

 

16. Apa rencana band ini untuk “studio album” yang selanjutnya ?

 

Kami merencanakan sesuatu akan tetapi tidak ada yang kongkrit

 

17. Dari seluruh album kalian mana diantaranya yang terbaik menurut kalian ?

 

Mungkin bagi saya “Riot Anthems” adalah yang terbaik. lagu lagu seperti “Riot City”, A song for us” atau “Justice & Liberty” mungkin adalah yang terbaik yang pernah kami buat.

 

18. Untuk band band indie (punk, hardcore, dan jenis musik yang lain ) di kota Jember ini, apa pesanmu untuk mereka ?

 

Yeah, hope to see a lot of you on the show, so that we could have a great time together. Feel free to have some beer with us. Keep punkrock alive!!

Riot Company

Riot Company Discography

Punkrock Radio
EP (Wasted Youth/Halb 7 Records, 2002)

Riot Company/Scum
Split EP (DSS Records, 2003)

Director´s Cut
CD (DSS Records, 2004)
LP (Psycho T Records, 2007)

Riot Anthems
CD (KB-Records, 2006)
LP (Psycho T Records, 2006)

ps : untuk interview versi bahasa Inggris bisa dilihat di j-magz.

There’ s so many videos out there. But why i’m choosing this video. Ok this is the reason :

  1. This is an outdoor live, you can see that damn small stage
  2. This is the real handycam recording, without an effect. You still can hear a sound of a drum, despite the guitar an bass sound was lost.
  3. This show was not in the night.
  4. The audience is listening. Sometimes the underground band audience was a good listener. Not the act, but the attittude.

Sadly this brutal band finally split up because the drummer  old wrist injury.

Pagi hari dengan The Imam, homo biadab vaginatarian, sarapan pagi di sebuah warnet yang ngakunya “makan kayu”.
Bercakap cakap sepatah dua patah kata, diselingi kata-kata kotor, makian tanpa makna, ditemani secangkir kopi. Ngobrol tentang hal gak penting. Gayz ..(sori bukan guys..) menjadi indie itu penting gak sih ?

Kalo kamu pakai kaos item berlogo, berlabel distro,kamu udah bisa ngaku indie. Kalo kamu udah bikin rekaman lagu-lagumu sendiri okeee…that is indie. Bikin pertunjukan sendiri, manggung genjrang-genjreng, gedebag gedebug nyanyi lagu bikinan sendiri.yesss that’s indie.
Tapi apa selesai begitu saja ?
ENGGAK

Kalo bagi saya pribadi indie itu bukan hanya sekedar tempelan warna warni penyegar mata. Life Style yang hanya ngambil kulit luar bukan esensi. Materi dan bukan substansi.
Indie kalo buatku pribadi adalah semacam…
YA semacam AGAMA.

Keyakinan yang timbul dari hasrat paling privat dalam hati tertanam dalam otak. Kalo kita udah yakin dengan AGAMA kita kenapa harus nyari yang laen. Ya kan ? …ak jawab dewe.”Ya iya lah masak iya dong”
Ok.thats a prologue.

religion Terjun di dunia “bawah tanah”, underground, indie atau apapun istilahnya adalah hal yang berat. Mungkin “aktifis-aktifis” yang ada di dunia musik indie, bisa merasakan beratnya untuk jadi indie. Nggak hanya modal nekat. Bisa main musik, mainin software komputer, edit disana-sini, jepret dan jadi. Modal berupa duit bisa jadi sebagai halangan yang paling besar. Latihan di studio, beli minuman sebotol dua botol air mineral, naek angkutan umum, mau bayar pke apa kalo bukan duit. apa mau bayar pake daun ato barter sama jidat dan pantat ?
Indie itu berat.

Ya ya ..”beribadah” menurut “AGAMA” kita itu aja udah berat (menurut saya lho) . Tapi namanya juga itu sebuah “keyakinan”, mau nggak mau harus tetap dijalankan.

Di Indonesia, semenjak kemunculan Metalik Klinik dan Indie Ten.Gelombang gerakan Musik Indie di Indonesia, bisa dikatakan berubah.
Menurut saya pribadi. Ada dua kubu dengan konsep dan pemikiran yang berbeda.Istilah yang saya pakai ada dua.
Yang pertama adalah Total Indie. yang saya maksud dengan Total indie disini adalah, Menjalankan konsep konsep, terutama konsep bermusik. sampai proses produksi dan distribusi yang dijalankan sendiri. Membiayai sendiri semua biaya produksi.Keterlibatan sponsor mungkin hanya pada masalah
pendanaan dengan pembagian yang bisa dan biasanya dinegoisasikan.Biasanya yang termasuk golongan Total Indie ini adalah grup grup band yang sudah tidak memikirkan lagi Major label. Mau major
label kek, mau minor label kek, yang penting berkarya, dan yang penting idealisme tersalur. Beres. Oleh karena itu sampai sekarang saya pribadi masih salut dengan PUPPEN, sebuah band hardcore asal Bandung, yang sampai dibubarkannya pun masih setia dan konsisten dengan jalur Underground.

egypt

Yang kedua adalah Setengah Indie. Nah mungkin bagian ini yang menarik. yang saya maksud dengan setengah indie ini adalah. Keinginan pribadi dari personal atau group yang ingin memasuki major label. tapi untuk langkah awal adalah menggunakan proses bergerak ala indie. Bikin lagu sendiri,
bikin demo tape dan disebar luaskan. Dengan cara dijual atau mungkin barter. Tapi tetep tujuan utama adalah major label.
Ok itu adalah dua karakter, dua pilihan yang ada dan sekarang menjadi tren di dunia “bawah tanah”.

Sekarang adalah tinggal pilihan saja. Mau Total Indie atau Setengah Indie.
Semua pilihan ada konsekuensi logis. Total Indie, idealisme tersalur, konsep-konsep terjalankan dengan baik, resiko ditanggung sendiri, untung rugi ditanggung sendiri.Tentunya dengan modal utamanya materi yang nggak sedikit. Sedangkan setengah indie, idealisme memang bisa tersalur, tapi karena targetnya adalah masuk ke major label, maka mau nggak mau, alur dan konsep bermusiknya mengikuti arus. Mungkin untuk awal, konsep- konsep masih terjalankan dengan baik. Akan tetapi bila suatu saat masuk ke Major Label, resiko terbesar adalah tidak terjalankannya konsep bermusik dan idealisme secara sempurna.
Yah tahulah,mau gak mau kan harus komersil. Dan musik juga adalah barang dagangan, jadi jangan kaget kalau idealisme akan sedikit terpangkas.
Tinggal pilih saja. Sama seperti agama. satu agama tapi banyak sekte.

Ya..ya..ya saya tahu, saya atheis ..

ps:

semua istilah dalam tulisan ini adalah istilah bikinan saya sendiri. sedangkan illustrasi diambil dari sini dan sini.

Sepuluh lagu dalam rangka menyambut Hari Valentine. Lagu ini diambil dari playlist di “media player” komputer saya.

Menyatakan rasa sayang ataupun cinta, tidak harus diungkapkan dengan kata-kata indah, puitis, mendayu-dayu, lembut dan sebagainya dan sebagainya. Go to hel wit det. Berikut ini adalah tracklistnya.

  1. Once Upon The Cross – Deicide
  2. Ambassador Of Pain – Katalkysm
  3. Hammer Smashed Face – Cannibal Corpse
  4. Colossal Titan Strife – Kronos
  5. Bringing Light To The Darkest Of Places – St.Valentine Massacre
  6. Beyond the Rising sun – Evita
  7. Engulfed by Disgust – Eviscerated
  8. Embrace The Plague – Burn In Silence
  9. The Saw And The Carnage Done – Aborted
  10. Dead Mountain Mouth – Genghis Tron

Nah, bagaimana dengan playlistmu. Coba tulis aja sendiri di bagian komentar, dari postingan ini, oke..

Warm regard, save the world. thanx.