— indie jember

Archive
History

Indonesian Netlabel Mixtape
Sebuah proyek kecil dari beberapa Netlabel Indonesia. Diantaranya adalah Stone Age Records, YesNowave, Hujan Rekords, Inmyroom dan Mindblasting tentunya.
Indonesian Netlabel Mixtape ini pertama digagas oleh Wok The Rock dari Yesnowave, yang berinisiatif untuk mengumpulkan kawan kawan sesama netlabel untuk membuat sebuah rilisan album kompilasi secara kolektif.
Idenya adalah masing masing membuat sebuah kompilasi yang berisikan “campuran” dari rilisan masing masing netlabel. Paket ini kemudian disebar luaskan secara bersamaan pada tanggal 1 Januari 2011.
Ya ya ya kita tahu kok kalau telat mengabarkan hal ini. :D
Sebelum release kompilasi ini sempat terjadi perbedaan pendapat tentang tema album. Akhirnya disepakati memakai tema Indonesian Netlabel Union. Ini adalah sebuah pembuktian kecil bahwasannya netlabel di Indonesia ini ada dan terus bergerak. Dengan jenis musik yang variatif tentunya.
Mindblasting sebagai bagian tak terpisahkan dengan indiejember.org dengan bangga mempersembahkan Pop Is Dead, Indonesian Netlabel Mixtape. Berikut ini adalah “artist” yang masuk dalam kompilasi ini
01.From this Accident – Regret
02.The Classic Cluster – Again
03.Social Black Yelling – Hexagon
04.Rest In Pain – I Never Met Another September
05. Bersekutu dengan disco – Nieve Fur Tinkle Bee
06.Nervous Breakdown – Tonite we Dine in Hell
07. Chamberlain – Labyrinth Boy
08. Twelve Insomnia – Rave #01
09.Etza Meisyara – Sounds-Sleep
10. Karbala Bukan Fatamorgana – Bahtera Jelang Karam

Album kompilasi bisa kalian download dengan gratis disini.

Yes we proud to release this compilation an we’re proud of you people !
Tunggu rilisan berikutnya Pop Is Dead Part II

Read More

Split album ini sempat beredar di Indonesia, dan di Jember pada khususnya dalam bentuk kaset. Ya, split album ini dibuat oleh Mastic Scum dan Blockheads. Di produksi pada tahun 1997. Disaat teknologi internet belum berkembang pesat. Album ini bisa sempat sampai di Jember, tidak lain karena proses kontak melalui korespondensi. Ok untuk sederhananya via surat menyurat. Dan memang pada tahun tahun itu, rekaman berbentuk kaset masih sangat populer. Mungkin kalau saat ini dilakukan yang jelas akan memakan biaya banyak.

Bayangkan saja, proses produksi dan duplikasi kaset. Sampai proses pengiriman barang. Dan memang beginilah indie.

Read More

Djoyo is Dad adalah sebuah band project. Yang pertama kali dibentuk oleh kawan kawan di UKM Musik Bahana Justitia FH-UNEJ. Band yang “ajaib” ini menyatakan diri beraliran metal. Akan tetapi metal yang dibawakan adalah experimental dan mengedepankan spontanitas. Lagu yang dibuatpun kesannya adalah hasil jam session. Tidak pernah ada dokumentasi rekaman yang dibuat dengan serius. Dalam artian rekaman di studio dan segala keribetannya. Lagu itu dibuat ya diatas panggung.

Anggota band ini bisa berubah ubah dengan cepat. Karena pada prinsipnya siapa yang mau main silahkan saja bergabung. Tentunya dengan melihat kapasitas stage dan alat musik yang bisa diakomodir. Untuk penampilan panggung, sedikit banyak mereka terpengaruh dengan konsep yang dibawa oleh Slipknot. Yang setiap personilanya memakai masker.Akan  tetapi tidak jarang mereka juga bermain tanpa masker. Kesannya “seenaknya aja lah”, kalo mau maen musik.

Band ini memiliki anggota inti antara lain Hadi (Drum), Nyoman Jembling (Vocal + gitar), Akbar (gitar), dan Yusuf (bass), serta Indrayana (vokal). Dalam penampilan live bila ada teman teman yang ingin ikut bergabung langsung saja diakomodir. Seperti Agung Ram yang sempat mengisi perkusi, pada sebuah penampilan. Beberapa lagu yang sempat terdokumentasi adalah rekaman live. Live recording on the stage. Langsung bikin lagu, langsung dimainkan dan direkam. Semuanya serba spontan. Masalah lirik adalah nomor dua. Ketika musik sudah dimainkan lirik tinggal menjadi tugas Indrayana atau Nyoman untuk berimprovisasi.

Band project ini setelah ditinggal semua anggotanya, (karena lulus kuliah dan bekerja) sekarang mengalami kevakuman. Dari informasi, band project ini akan dilanjutkan oleh “junior-junior” yang menginginkan band project ini tetap ada. Akan tetapi sampai sekarang belum ada kabar.

Untuk informasi lagu mereka yang bisa di download dengan gratis bisa dilihat di sini.

Kalau mau langsung download lagunya. Dibawah ini adalah judul lagu sekaligus link untuk download.

  1. Djoyo is Dad – Worm Attack (Live)
  2. Djoyo is Dad – Fucking Love (Live)
  3. Djoyo is Dad – Lightsout (Live)

Read More

Kompilasi kedua ini lumayan lama penggarapannya. Dan mengalami perubahan format. Kalau kompilasi yang pertama masih menggunakan kaset (audio casette). Untuk kompilasi yang kedua ini sudah menggunakan Audio CD dengan kualitas yang tentunya lebih baik.

Kompilasi kedua ini diisi oleh beberapa band diantaranya adalah, Fortissimo, Nokie, Sunday Morning, Winamp, Eazzi, Casette Box, Twin Bee, Axioma, NineBall, Up Normal, Kelasku, serta solo vokalis, Prima dan Bro.

Masing masing band membawakan satu lagu. Sedangkan Prima membawakan lagu dari Lin D yang telah diaransemen ulang.

Secara keseluruhan album ini memiliki warna musik yang bervariasi. Meski dasarnya adalah dari gaya pop.

Read More

Acara ini diselenggarakan di Aula Universitas Mohammad Seruji, Jember pada tanggal 18 Januari 2009. Acara yang hampir tidak terekam ini berlangsung dengan sukses. Meskipun terkesan minimalis, dilihat dari venue dan sound system, acara ini berlangsung dengan lancar.

Read More

RSS Blabbermouth

  • BLACK SABBATH: BILL WARD Asked Us To Remove His Images From Official Web Site
    Original BLACK SABBATH members Tony Iommi (guitar), Ozzy Osbourne (vocals) and Geezer Butler (bass) have released the following statement: "At the request of [original BLACK SABBATH drummer] Bill Ward, through his attorney, so as to not give the public the wrong impression about his involvement in the current BLACK SABBATH lineup, we have temporarily re […]
  • BLACK SABBATH Plays First Show In Seven Years
    BLACK SABBATH performed earlier tonight (Saturday, May 19) at the intimate 3,800-capacity O2 Academy in Birmingham, England as a warm-up for the band's upcoming appearance at the Download festival. […]

Supporting Act

Act