Jember, sebuah kota kecil di propinsi ini ternyata menyimpan pula potensi yang cukup bisa diperhitungkan di dunia musik. Khususnya musik musik underground.Dari kota kecil ini tersembullah sebuah grup lokal, Desecration.Yang intense memainkan musik brutal death metal.

Desecration Berdiri sekitar bulan November 1994, dengan personil awal OQ (drum), Leo (vokal/gitar), dan Andi (bass). Influence band ini seperti grup lain, terpengaruh oleh style permainan dari Malevolent Creation, Deicide, Napalm Death, dan Deeds Of Flesh.Pada tahun itu juga mereka membuat demo dengan titel Immortal Curse.Dan menambah lagi satu personil yakni Firman (rythm gitar).Tapi karena hasilnya kurang begitu bagus demo tidak diedarkan. Pada tahun 1996, Desecration menambah satu personil lagi yakni Irvan (deep growl vocal), sekaligus mengawali aksi mereka di Malang dalam Parade Musik Underground II.Bersama grup dari Yogyakarta, Surabaya dan Bandung, seperti Motordeath, Vexation, Preater Monstro, Rotten Corpse, dan Slowdeath.

Tahun 1997 Desecration merekam demo tape kedua berjudul Curse Of Thousand Pray. Berisi 6 lagu (re- arranged 4 lagu lama dari demo Immortal Curse dan satu cover version dari Deicide).Direkam dalam
jumlah terbatas dan terjual habis. Suatu hal yang cukup luar biasa untuk sebuah grup underground asal Jember.Apalagi ditahun- tahun itulah perjuangan terberat dari musik underground di Indonesia.

desecration cover

Setelah demo tersebut dirilis, mereka kemudian banyak mendapat tawaran main di berbagai kota, tentunya pertunjukan kaum bawah tanah. Mulai dari Solo, Yogyakarta, sampai Bali.Itu masih ditambah lagi dengan review band ini di berbagai majalah underground baik dalam maupun luar negeri, seperti Post Mangled Zine (Surabaya), Morbid Noise Zine (Jakarta), KaliyugaZine (Bali), Cherish The Darkness (Thailand), Mintakatulburuj (Malaysia), Master Of Brutality (Holland), Hell Razor Zine (Belgium), Dark Citadel News Letter (Belgium) dan masih ada beberapa media lagi, yang tidak terdokumentasikan.

Pada awal tahun 1998 OQ keluar dan membentuk band black metal Celestial.Kemudian Doni masuk mengisi posisi vokal,sedangkan Irvan berkonsentrasi dibelakang perangkat drum.Pada tahun itu juga, Desecration masuk dalam album kompilasi Last Safety Minutes Comp., bersama dengan grup grup dari dalam dan luar negeri.Setelah itu mereka kembali berkonsentrasi
membuat lagu lagu baru.Kemudian mereka merekam promo tape berisi 2 lagu (repeated on both side), yang diedarkan gratis untuk keperluan promosi.

Sesudah acara di Bali, Andi keluar dan membentuk band lain beraliran gore/grind.Tahun 1999 Desecration siap dengan lagu-lagu baru, dengan konsep yang baru dan dengan line- up grup yang baru pula. Leo (gitar), Firman (rythm gitar), Irvan (drum) serta Doni (bass, vokal). Full length album bertitel Reincarnation Of Brutality, ini berisi 10 lagu dengan konsep musik brutal death metal. Sedangkan untuk sistem penjualan tetap dengan cara gerilya yang lazim di dunia bawah tanah.

The most extreme and brutal MC ever released from Jember… Reincarnation Of Brutality…!
10 F#**in’Brutal Technical Death Metal Songs, which can damage your brain out !!!!

ps :

  1. Tulisan ini pernah dipublikasikan dalam bulletin [berisik !] Bahana Justitia FH-UNEJ volume 1 edisi Bulan Oktober 2000. Ditulis ulang untuk indiejember.org.
  2. Cover kaset adalah desain pre release. Dokumentasi pribadi penulis dan Sacrificial Merchandising.
  3. Desecration sendiri setelah ditinggalkan oleh Leo dan Irvan (karena telah menyelesaikan kuliahnya di Jember), menjadi vakum.
  4. Firman mendirikan band beraliran brutal death metal yang bernama Dirty Infamous.