— indie jember

Archive
Tag "cerita"

Media Center, adalah sebuah ruangan yang disediakan khusus bagi wartawan dan atau fotografer media untuk berkumpul. Baik itu untuk mengikuti press conference, mengirim berita, ataupun sekedar untuk beristirahat setelah meliput kegiatan. Dalam acara Soundrenaline 2008 ini Media Center ini terletak di sebelah belakang panggung utama, Amild Stage. Dan ruangan yang tidak terlalu luas itu memang sebuah tempat yang asyik, Gimana enggak asyik, kalo di dalam tenda yang disulap jadi ruangan “high tech”, itu tersedia LCD TV, AC, dan koneksi internet. Jadi suasananya dibuat senyaman mungkin. Selain itu disediakan tempat bagi artis pengisi acara untuk melakukan press conference.
Apabila ada masalah dengan koneksi internet ataupun laptop yang dibawa, ada teknisi yang selalu siap sedia membantu, baik menyediakan cable utp untuk jaringan maupun hanya memasang card reader saja. Bila ada yang haus atau kelaparan, ada minuman dan makanan ringan yang telah disediakan oleh staff media center. Karena memang dijaga kenyamanannya, jadi selalu dijaga kebersihannya. Setiap kali itu pula ada wartawan yang selesai makan atau minum, kadang gelas dan sampah makanan, tergeletak begitu saja di meja.
Ada yang menarik disini, semenjak saya memasuki media center, saya melihat mas-mas bertubuh gemuk, sedang membersihkan atau tepatnya mem-packing tempat sampah plastik. Yang memuat sampah-sampah yang ada di media center Dan itu berlangsung setiap kali tempat sampah plastik itu penuh. Dia akan segera membersihkan dan membawanya keluar dari media centre dan menggantikan tempat sampah plastik itu dengan yang baru. Dan media centre pun kembali bersih.

Untuk semua staff media centre, salut untuk anda semua.

Read More

Setiap kali acara Soundrenaline diadakan. Acara ini selalu diserbu oleh para penggemar musik di tanah air. Konsep yang selalu menarik, dari pengisi acara, venue, booth-booth yang disediakan, dari games sampai merchandise. Dari semuanya itu yang paling diserbu oleh para penggemar musik selain acara yang ditampilkan adalah merchandise. Ya merchandise, merchandise dari Soundrenaline mungkin adalah yang paling diburu selama acara berlangsung. Dari mulai t-shirt, tas, asbak, mug, topi sampai korek api pun tersedia. Dan yang pasti antrian panjang pasti terjadi disana.
Dan menariknya seluruh merchandise ini sampai akhir acara pasti terjual habis. Sold Out !
Karena mungkin acara yang setahun sekali, jadi nilai merchandise itu mungkin sangat berharga bagi para penggemar musik. Jadi berburu merchandise adalah sebuah kewajiban saat menyaksikan Soundrenaline. Yang tidak bisa menonton pun bahkan rela menitipkan sejumlah uang kepada temannya yang menonton untuk membeli sejumlah merchandise. Untuk Soundrenaline 2008 yang dilaksanakan di Peach Park Prambanan, merchandise sendiri sudah sold out sebelum sore menjelang. Saya sendiri ketika sore hari mencoba ke stand merchandise untuk mencoba menanyakan apakah masih ada t-shirt yang dijual. Jawabannya…“Waduh mas sampean telat udah habis semua”.
2 stand merchandise sepertinya masih kurang untuk menampung kegilaan para penggemar Soundrenaline.
Mungkin untuk Soundrenaline tahun depan, perlu disediakan lebih banyak stand merchandise dan stock merchandise lebih banyak dari tahun ini.
Sementara itu disudut lainnya, selain security terlihat mobil merah pemadam kebakaran. Kemudian terlihat juga ada tenda Medis. Soundrenaline, selain menyediakan hiburan bagi pecinta musik. Juga telah mempersiapkan segala detil dari security, media centre, sampai tenda medis. Bila ada kejadian tidak terduga, misalnya ada yang pingsan atau mendadak sakit misalnya bisa langsung di bawa ke tenda medis. Sementara security dan unit pemadam kebakaran bersiap selama acara berlangsung.

Read More

Selamat sianggg jogjaaaa, Asu Jogja, Asu Jogja….Jogjaaa Asu..

Teriakan MC tiba tiba terdengar keras dari speaker di kiri-kanan panggung. Teriakan dan salam pembuka yang disambut dengan gemuruh teriakan dan sorak sorai ratusan penonton. Dan segerombolan MC seketika mengisi panggung utama, amild stage. Soundrenaline 2008 Yogyakarta.
Ya..saat itulah Soundrenaline 2008 akhirnya dibuka. Basa-basi sedikit dari MC menyapa penonton yang saat itu sudah merapat ke bibir panggung.

Dalam schedule, tercatat puluhan band dan artis, pengisi acara Soundrenaline 2008. Berbeda dengan Malang yang berkonsep rock. Di Yogyakarta ini, banyak band dan artis musik pop yang akan tampil. Dari Ressa Herlambang, Sherina, Bunga Citra Lestari sampai Di3va (Krisdayanti, Ruth Sahanaya dan Titi DJ)
Koil dan Slank untuk Soundrenaline 2008 di Yogyakarta ini absen. Skidrow yang dijadwalkan juga akan tampil juga tidak kelihatan sampai acara berakhir.
Karena masih repot berganti kostum dan menyiapkan “perangkat perang” akhirnya saya ketinggalan untuk mengikuti beberapa acara pembuka.Seperti penampilan Java Jive dan penari-penarinya. Sempat terlihat Club 80’s dan Garasi memasuki venue dan masuk ke ruangan tunggu khusus untuk artis pengisi.

Hawa yang panas siang itu tidak menyurutkan minat para pecinta musik untuk mendekati 4 panggung Soundrenaline 2008.Pada acara Soundrenaline 2008 ini disediakan 4 buah panggung. Masing -masing adalah, Talent Stage, kebanyakan diisi oleh band-band local dan band-band indie yang terpilih untuk mengisi acara Soundrenaline ini, meskipun ada juga band terkenal seperti Powerslave masuk disana. Kedua adalah Rising Star Stage yang terletak bersebelahan dengan Talent Star stage. Yang bermain disini adalah band-band baru, yang sudah memiliki album rekaman dan namanya sedang menanjak naik, (seperti nama panggung yang ditempatinya, Rising Star). Contoh kongkritnya seperti Afghan, Kangen Band, T2, dan Wali.

Sedangkan 2 panggung utama, yakni Simpati Stage dan Amild Stage, diisi oleh deretan nama nama besar band dan musisi Indonesia. Dari Club 80’s, Garasi, Naif, The Changcuters, Peterpan, Ungu, Mulan Jameela, PAS band, Andra and The Backbone sampai GIGI.

Read More

Setelah pada malam meet and greet itu mendapat informasi dan bantuan dari Mas Arief dari Amild akhirnya saya pada malam itu menemui Mbak Tina. Setelah memperkenalkan diri dan berbincang sebentar akhirnya, saya sebagai salah satu bagian dari media, diusahakan nantinya oleh Mbak Tina sebagai “penguasa Media Center” Soundrenaline 2008 ini saya akan mendapatkan akses untuk media/press. Tentunya dengan atribut atau id-card khusus untuk media/press.
Pada pagi hari tanggal 10 Agustus 2008 itu, akhirnya saya menghubungi Mbak Tina, tentang kepastian masalah akses press ini. Dan setelah ada kepastian, saya dipersilahkan untuk segera ke media center, yang terletak tepat di sebelah belakang Amild Stage.
Bagi peserta fans camp, karena sebelumnya telah dibagikan t-shirt dalam goodie bag. Maka untuk acara Soundrenaline ini, harus memakai t-shirt berwarna hitam tersebut selama acara soundrenaline berlangsung. Tentunya juga tetap dengan tetap memakai id-card. Dan karena status saya saat itu adalah masih “peserta fans camp” maka saya juga harus memakainya. Sebuah t-shirt warna hitam dengan gambar mulut yang terbuka. Penggambaran dari tema free voice Soundrenaline 2008.
Sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh peserta fans camp dikumpulkan. Menurut kelompok masing-masing. Untuk kemudian diberangkatkan secara bersamaan menuju venue Soundrenaline 2008.Pada saat itulah baru saya bisa memisahkan diri dari “rombongan”. Karena saya harus segera ke media center.Terlihat tampang-tampang tegang dari security di wilayah sekitar Amild stage, dimana saya akan memasuki media center. Tapi ketika mengetahui saya akan ke media center, tampang tegang itupun berubah dan mempersilahkan saya untuk memasuki “forbidden area”.Memasuki media center, setelah memperkenalkan diri, akhirnya saya menandatangani semacam daftar hadir/absen. Kemudian dari mbak-mbak yang ada di media center itu saya diberi “seragam khusus” untuk media/press. Berupa t-shirt berwarna putih dengan tulisan besar PRESS dibagian bawah t-shirt. Selain t-shirt saya juga mendapat topi dan juga id-card khusus berlabel PRESS. Atribut ini, t-shirt ataupun id-card ini harus dipakai selama acara berlangsung. Jadi selama kita “berkeliaran” dimanapun akan terawasi.Dan yang jelas dengan adanya id-card dan t-shirt, sebagai tanda pengenal ini, saya bebas memasuki setiap jengkal venue. Kecuali memang sudah dibatasi oleh security dan memang tidak bisa dimasuki, oleh siapapun.
Bebas tapi tetap terbatas.

Read More

Pagi hari, tanggal 10 Agustus 2008, saat paling bersejarah di Peace Park Kompleks Candi Prambanan
Hari masih sangat pagi., akan tetapi suasana di fans camp sudah ramai. Ternyata banyak peserta yang bangun dan menikmati pagi itu.
Ternyata banyak diantara kawan-kawan peserta fans camp yang sudah “melanglang buana”. Menikmati suasana pagi di Candi Prambanan.
Setelah mandi dan mengambil “sajen”, berupa kopi sebagai teman di pagi hari itu, saya menyusul kawan-kawan yang sudah terlebih dahulu ada di dalam kompleks candi Prambanan. Ternyata dari fans camp, menuju ke dalam kompleks candi prambanan ada “jalan tembus”. Sebenarnya bukan jalan umum. Karena memang jalan tembus itu dari pagar berduri, pembatas antara kompleks candi dan camping ground yang sengaja dilubangi untuk jalan.
Pagi itu memang berawan tapi sejuk , cocok sekali dengan kopi yang saya bawa. Karena saya mencoba menyimpan tenaga untuk siang hari nanti pada saat acara Soundrenaline  berlangsung, saya hanya duduk dan menikmati kopi. Sesekali melihat keasyikan kawan-kawan yang mengabadikan momen lewat kamera. Saling berfoto satu sama lain. Mengabadikan momen yang mungkin sekali seumur hidup bisa mereka nikmati bersama.

ps:burn the stage !

Read More

RSS Blabbermouth

Act

Supporting Act