Katanya sih ulang tahun nya hari ini tanggal 9 Mei. Benar tidaknya mungkin para dedengkot yang harus memberikan sedikit uraian sejarah.  Membangun sebuah komunitas itu berat. Tapi Finger sudah bisa membuktikan diri tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik. Yang sebentar lagi beranjak dewasa.

Keyakinan untuk tumbuh menjadi besar sudah tertanam. Sedikit banyak sudah menjadi energi yang mendorong sang gadis kecil untuk melangkah.

Tapi semakin besar si gadis ini. Semakin banyak masalah yang harus dihadapi menjelang dia dewasa. Semakin banyak teman bermain, semakin banyak jenis mainan yang ingin untuk dipunyai. Semakin banyak pula baju baju warna warni yang ingin dipakai.

Tapi itu semua memang harus dihadapi. Kalau tidak dihadapi ya tetap saja akan jadi “anak kecil”. Kalau sudah dianggap sebagai “anak kecil” tentunya akan diremehkan dengan yang namanya lingkungan. Mau jalan sedikit salah. Mau nyebrang jalan saja masih harus dituntun. Mau main aja harus diawasi. Capek jadi anak kecil ya 😀

Semoga saja “sang gadis kecil” ini akan beranjak dewasa dengan sehat. Masih banyak yang akan melindungi, menjaga dari terpaan angin, yang membangunkan dari tidur dan menghibur dikala “sang gadis” menangis.

Tiap tahun pengawal sang gadis selalu berganti. Kali ini pengawal pengawal sang gadis adalah : Zimri Eazii , Cacan The Baja Hitam,  Tepe The Jumper, Maltha The Hylda,  Theo The Jumper, Bokep Banana n The Ipok,  Arbi Penjara 13, Yeyen The Rocket.

Selamat ulang tahun ya gadis kecilku.

Sebuah album kompilasi, yang dibuat oleh kawan-kawan band indie yang ada di Jember. Album kompilasi ini bukan yang pertama. Karena di antara tahun 1996 atau 1997, kawan-kawan pemusik dan band indie/underground yang beraliran metal sudah pernah merilis album kompilasi.

Album kompilasi ini dilepas sekitar pertengahan tahun 2006. Karena pada saat itu untuk proses perekaman cukup memakan waktu dan biaya yang lumayan banyak. Maka hanya beberapa band saja yang ikut dalam proses pembuatan album kompilasi ini. Diantaranya adalah Milk Shit, Server Sick, Lin D, Output, Overlaps, dan Sego Bebek.

Album kompilasi ini diberi title “Two Faces”. Dengan cover, gambar 2 bayi sedang beraksi. Album kenangan, album yang penuh sejarah. Dan yang jelas album kompilasi ini telah menjadi catatan sejarah perkembangan musik dan utamanya gelombang musik independen di Jember.

Soundrenaline, adalah sebuah event yang diselenggarakan oleh Sampoerna A Mild. Sebuah produk rokok yang selama ini selalu memiliki event-event menarik untuk diikuti. Mulai olahraga sampai musik. Soundrenaline adalah salah satu produk event yang sudah memiliki trade mark sendiri. Utamanya di kalangan pecinta musik.

Semenjak diselenggarakan pada tahun 2002, event ini sepertinya selalu menampilkan hal-hal baru. Yang jelas terlihat adalah jajaran pengisi acara. Band-band dan pemusik yang ditampilkan selalu berubah. Satu hal yang menarik adalah disediakannya lahan untuk para pemusik atau band indie untuk ikut berpartisipasi.

Paling tidak A Mild Live Soundrenaline, selain untuk menyajikan suguhan musik yang berkualitas, juga sebagai wujud apresiasi A Mild terhadap karya musik dari bangsa sendiri.

Indiejember [dot] org, untuk tahun ini, memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung event Soundrenaline. Kebetulan sekali karena kita akan berangkat ke Jogjakarta. Dimana Jogjakarta merupakan kota terakhir, gong dari seluruh rangkaian acara Amild Soundrenaline 2008.

Tunggu saja live report dari indiejember dot org.

ps : Extra Spesial thanx to Adhiet dan Dhonna. Without you this opportunity would never happen.

Beberapa hari terakhir ini, ada yang menarik di web ini. Beberapa pembaca, ternyata antusias mengirimkan demo song. Baik berbentuk file yang diupload tanpa kompresi lewat email maupun lewat file hoster. Terimakasih atas perhatian dan kiriman lagunya.

Untuk beberapa saat kedepan mungkin akan segera kita tampilkan lagu lagu kiriman tersebut. Thanks guys.

Pagi hari, disodori sebuah majalah terbitan sebuah Universitas Negeri di Jember (LOL). Keren juga majalahnya, kecil tapi nggak mini banget. Cenderung “Kempitable”. Gampang “dikempit” di ketiak maksud saya. Desainnya lumayan bagus. Tema yang diangkat adalah tentang “Musikografi”. Buka-buka, baca sepintas, lumayan juga buat dikoleksi nih.

Sekilas isinya menarik untuk disimak, dari sekedar editorial sampai interview disajikan. Yang jelas dengan bahasa mahasiswa dong ah…. Penuh istilah dan kutipan-kutipan dari tokoh A,B,C,D. Penunjang keilmiahan hasil tulisan.

Kemudian tiba pada halaman iklan layanan masyarakat. Sepintas tidak ada istimewa. Tapi ketika dibaca…wot de fak !!!

Iklan Layanan

Mata langsung tertancap pada tulisan “punk, black metal, underground, gothic”. Ini entah kesalahan konsep pembuatan iklan layanan tersebut, atau memang tidak tahu istilah, atau terlalu sok tahu akan istilah.

Pernah ditulis di web ini, tentang peristilahan underground atau indie. Dan mungkin banyak referensi tentang ini. Baik itu media online/internet ataupun media cetak. Mungkin perlu ditulis lagi, secara singkat. Underground itu ya Indie. Gothic, punk, death metal, black metal, grindcore. Itu juga bagian dari Underground culture. Pop, jazz, rock dangdut bisa jadi indie, bisa jadi bagian dari Underground. Kalau segalanya yang mereka lakukan adalah D.I.Y.

ps:Klik pada gambar untuk tampilan yang lebih besar.