— indie jember

Archive
Tag "new album"
YouTube Preview Image

Read More
YouTube Preview Image

Read More

Slash.
Kalau mendengar nama ini yang terbayang adalah rambut kriting, topi, Gibson Les Paul guitar, dan kadang rokok di sudut bibir.
Setelah sukses membawa Guns n Roses di ujung ketenaran dan membius jutaan penggemarnya lewat Slash’s Snake Pit dan Velvet Revolver. Slash muncul dengan album solonya.
Ketika Slash muncul bersama Michael Jackson lewat hit Black Or White, orang terkejut dengan kolaborasi rock dan pop. Di album solonya ini Slash bekerja sama dengan banyak sekali musisi. Dari Ian Astbury, Fergie, Ozzy Osbourne sampai Cypress Hill. Ciri khas sound gitar yang kental dengan aroma thrashy glam blues, mungkin akan membuat Guns n Roses fanboy melepaskan rasa rindunya dengan album ini.
Mengapa album ini diberi titel Slash ? . Karena album solo ini menggambarkan Slash yang sebenarnya. Slash banget lah :D . Bekerja sama dengan banyak pemusik menunjukkan kemampuan Slash menciptakan karya musik seperti apa yang diinginkannya. The real creator, and total controller. Element blues digabungkan dengan gaya bernyanyi yang berbeda dari beberapa vokalis membuat album ini terasa sangat kaya sekali.
Ghost sebagai track pertama memang layak disimak. Dan memang pilihan menjadikan lagu ini sebagai track pembuka memang terasa pas. Khas Slash ! You’ll hear the old Gun’s N Roses !
Myles Kennedy di lagu Back to Cali dan Starlight membawa nuansa Alter Bridge. Dan itu sangat terasa sekali. Memang sih vokalnya unik dan khas. Meskipun gitarisnya Slash tapi nyawa Alter Bridge tetap ada disini.
Crucify the Dead terdengar seram dan “sangat” Ozzy sekali. Meskipun dibalut nuansa bluesy yang kental suara Adam Levine tetap meningatkan kita akan Maroon 5. Begitu pula kemunculan Chris Cornell (Promise) dan M. Shadows (Nothing to Say)
Munculnya Fergie di lagu Paradise City membuat saya sedikit terkejut. Mending Fergie ini jadi rockers saja daripada menjadi vokalis grup R&B. Dan dua track di abum ini dengan Fergie didalamnya itu sudah cukup. Fergie Rocks !
Cypress Hill sendiri membuat lagu Paradise City terdengar lebih hardcore
Tampaknya Slash berusaha menjadikan dirinya seolah olah adalah gitaris dari masing masing band asal dari vokalis yang bersangkutan. Kemampuan beradaptasi dengan core musik masing masing artis di yang ada di album ini sungguh menarik.  Bleed your ears with this album !

Tracklist :

01. Ghost feat. Ian Astbury
02. Crucify the Dead feat. Ozzy Osbourne
03. Beautiful Dangerous feat. Fergie
04. Back from Cali feat. Myles Kennedy
05. Promise feat. Chris Cornell
06. By the sword feat. Andrew Stockdale
07. Gotten feat. Adam Levine
08. Doctor Alibi feat. Lemmy Kilmeister
09. Watch this Dave feat. Dave Grohl and Duff Mckagan
10. I Hold On feat. Kid Rock
11. Nothing to Say feat. M. Shadows
12. Starlight feat. Myless Kennedy
13. Saint is a Sinner Too feat. Rocco Deluca
14. We’re All Gonna Die feat. Iggy Pop
15. Baby Can’t Drive feat. Alice Cooper & Nicole Scherzinger
16. Chains and Shackles feat. Nick Oliveri
17. Mother Maria feat. Beth Hart
18. Sahara feat. Koshi Inaba
19. Paradise City feat. Fergie & Cypress Hill

Read More

Akhirnya setelah bertahun-tahun “membeku”. Band progessive/technical death metal/ fusion jazz, Cynic, melepas juga album keduanya.

Album yang dirilis jauh sekali rentang waktunya semenjak album pertama mereka Focus dirilis tahun 1993. Rencananya rekaman ini akan lepas ke pasaran oleh sebuah label Perancis, Season of Mist. Dan resminya peluncuran album ini dilaksanakan pada 22 Oktober yang akan datang. Dinyatakan oleh Cynic pada 19 Juli 2008 lewat media Youtube, bahwa album ini akan diberi judul Traced In Air.

Cynic awalnya adalah sebuah band yang memainkan death metal. Akan tetapi dalam perkembangannya. Mereka mulai bereksperimen, dengan sentuhan-sentuhan jazz. Bisa dikatakan bahwa musik yang dibawakan technical metal, sebut saja progressive metal. Vocal “aneh” diselingi dengan “robotic” vocal, merupakan sebuah ciri khas yang tidak terlupakan.

Cynic sendiri sekarang beranggotakan Paul Masvidal – guitar/vocals, Sean Reinert – drums, Sean Malone – bass, dan Tymon Kruidenier – guitar, death growls.

Kalau pernah mendengarkan Cynic, dan tertarik dengan suguhan musik yang bergizi. Sepertinya album ini adalah penuntas rasa kangen sekaligus referensi yang menarik.

Read More

Franz Ferdinand finally deay their New Album Release, read about it here

Read More

RSS Blabbermouth

Supporting Act

Act