Split album ini sempat beredar di Indonesia, dan di Jember pada khususnya dalam bentuk kaset. Ya, split album ini dibuat oleh Mastic Scum dan Blockheads. Di produksi pada tahun 1997. Disaat teknologi internet belum berkembang pesat. Album ini bisa sempat sampai di Jember, tidak lain karena proses kontak melalui korespondensi. Ok untuk sederhananya via surat menyurat. Dan memang pada tahun tahun itu, rekaman berbentuk kaset masih sangat populer. Mungkin kalau saat ini dilakukan yang jelas akan memakan biaya banyak.

Bayangkan saja, proses produksi dan duplikasi kaset. Sampai proses pengiriman barang. Dan memang beginilah indie.

Sebuah album kompilasi, yang dibuat oleh kawan-kawan band indie yang ada di Jember. Album kompilasi ini bukan yang pertama. Karena di antara tahun 1996 atau 1997, kawan-kawan pemusik dan band indie/underground yang beraliran metal sudah pernah merilis album kompilasi.

Album kompilasi ini dilepas sekitar pertengahan tahun 2006. Karena pada saat itu untuk proses perekaman cukup memakan waktu dan biaya yang lumayan banyak. Maka hanya beberapa band saja yang ikut dalam proses pembuatan album kompilasi ini. Diantaranya adalah Milk Shit, Server Sick, Lin D, Output, Overlaps, dan Sego Bebek.

Album kompilasi ini diberi title “Two Faces”. Dengan cover, gambar 2 bayi sedang beraksi. Album kenangan, album yang penuh sejarah. Dan yang jelas album kompilasi ini telah menjadi catatan sejarah perkembangan musik dan utamanya gelombang musik independen di Jember.

Sebelum kedatangan mereka di Indonesia. Indiejember.org, lewat kontribusi Arie berhasil mewawancarai mereka. Berikut ini adalah transkrip dan terjemahan bebasnya.

Setelah album terakhir “With Devils Amongst Us All”, sangat menyenangkan sekali mendengar kalian kembali dengan materi baru. Bagaimana perasaan kalian ?
Kami semua sangat senang dan bangga dengan EP Redemption ini. Untuk selanjutnya kami sedang menyelesaikan Full Album, yang rencananya dirilis untuk musim panas mendatang.

Mengapa lama bagi kalian untuk menyelesaikan materi baru ini ?
It’s been a little over a year…
Kami melakukan tour Album With Devils Amongst Us All semenjak bulan Mei 2006 dan baru pulang kembali ke rumah pada bulan Desember 2007.
Traditionally, sebuah band membuat album baru setiap dua tahun sekali. Dan kami merasa kami telah melakukan hal tersebut pada saat yang tepat.

Bagaimana dengan tour yang kalian lakukan, apakah ada hal menarik untuk diceritakan selama 2 tahun ini ?
Tour is tour… kami telah menjalani berbagai macam tour show. from the big Ozzfest/ Family Values tours to small club. Semuanya menarik dan “amazing” bagi kami

Apa yang paling kalian sukai dari hardcore scene ?, crowds, panggung dan moshpit ?
I think we love all of the above. Hardcore shows, bagi kami terasa lebih menarik dan intim. dan kami menyukai sebagai bagian dari pertunjukan tidak hanya sebagai tontonan saja.

Kembali ke EP Redemption ini. Saya sudah mendengarkan seluruh album milik Walls Of Jericho dan akhirnya mendengarkan EP ini. Rasanya seperti terjun bebas dari musik berkecepatan tinggi ke musik dengan tempo yang pelan. Bagaimana kalian mendeskripsikan EP ini. Apakah ini semacam kontemplasi atau pemanasan sebelum akhirnya Walls Of Jericho merilis Full album ?
“We just wanted to do an acoustic EP with a cool, dark, mellow feel to it”.Jika kamu mendengarkan album lama Walls Of Jericho, kamu pasti mendengarkan satu atau 2 buah lagu seperti yang terdapat di dalam EP ini. “So we decided to just go for it”. Dan melakukan rekaman dengan materi akustik.

Apakah ada kesulitan dalam merubah style vocal. Dari vocal yang brutal ke bentuk yang lebih mellow dan melodic. Dengan instrument akustik
Tidak ada kesulitan dan sangat menyenangkan sekali. “It was cool”. Dan ternyata mudah sekali untuk menulis lagu lagu dalam EP ini

Mengejutkan sekali ketika mendengar Walls Of Jericho membawakan “House Of Rising Sun”. Ceritakan bagaimana lagu ini bisa ikut masuk dalam EP ini.
“We all Love that song”. Dan kami merasa mengasyikkan sekali bila bisa memasukkan lagu ini dalam EP

Bagaimana rasanya di produseri oleh Corey Taylor (Slipknot / Stonesour)
“Corey’s a good friend and a great person”
Kami melakukan sesuatu yang menyenangkan dengannya dalam Redemption ini. Dan Corey benar benar membantu Candace dalam mengolah vokalnya.
“He was the perfect producer to work with on this project”. Dan kami benar benar senang sekaligus bangga bisa bekerja sama dengannya.

Album baru Walls Of Jericho akan dirilis pada musim panas tahun ini.apakah kalian bisa memberi petunjuk tentang album ini nantinya ?
It’s gonna be Brutal so hold on to your seats boys and girls.

Mengapa, semenjak album pertama, lirik yang dibuat oleh Walls of Jericho, selalu jauh dari masalah-masalah politik ?
Kami memang memutuskan untuk lebih banyak berbicara tentang masalah masalah pribadi yang lebih sering dialami banyak orang.

Band ini, Walls Of Jericho, sekarang menjadi inspirasi bagi banyak band. Utamanya yang memiliki “female fronted vocal”. Bagaimana dengan hal ini ? Apakah ini berarti sesuatu ?
Menyenangkan sekali bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.”It means more to us to hear someone tell us that than anything”.

Indonesia menjadi target berikut dalam tour kalian. Bagaimana kamu tahu soal Indonesia ?
Kami tidak tahu banyak tentang Indonesia. |But we are eager to come over and see it. I hear it’s a beautiful place.”

Pesan untuk fans Walls Of Jericho di Indonesia.
We’ll see everyone in June and we are really looking forward to coming over.
See you in JUNE!!!

Terjemahan bebas diambil dari sini