Meet and greet, dilakukan pada malam menjelang acara Soundrenaline 2008. Setelah artis pengisi acara yang dijadwalkan bertemu di fans camp melakukan check sound di masing masing stage soundrenaline 2008. Secara bergiliran dan hampir bersamaan artis-artis berdatangan di Fans camp. Saat itu terlihat J-rock dan Kangen Band sudah memasuki mini stage. Tidak berapa lama kemudian secara berturut turut ada Gigi, Bunda Iffet dan Ariel Peterpan. Selain GIGI yang lumayan dijaga ketat oleh manajernya Dhany Pete, ternyata Ariel Peterpan jadi artis yang paling banyak dikelilingi oleh security.
Ternyata GIGI ini pula yang ditempatkan di Fans Camp stage pada saat meet and greet.Karena ditempatkan di Fans Camp stage, langsung saja kedatangan GIGI diserbu peserta Fans Camp. Dalam waktu singkat bibir panggung Fans Camp Stage itu langsung penuh.
Armand, Thomas, Dewa Budjana dan Gusti Hendy, menjawab dengan lugas pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta fans camp. Dari masalah lagu, konsep sampai masalah fans. Untuk masalah fans ini, GIGI, mungkin sudah disiapkan sebelumnya, memanggil Bunda Iffet yang sekaligus adalah manajer dari Slank. Untuk bercerita tentang fans dan suka duka Slank dalam menangani fans.
Hal ini menarik sekali,
karena band sekelas GIGI yang memiliki jutaan fans fanatik, masih memanggil Bunda Iffet untuk berbagi pengalaman. Seperti dikatakan oleh Thomas, bahwa apapun konsernya, siapapun artisnya, benderanya pasti Slank. Dalam kesempatan meet and greet ini. GIGI menceritakan juga tentang album barunya. Sebuah album religius yang segera akan dirilis. Berjudul Jalan Kebenaran.
Sebuah keberuntungan juga bagi para peserta fans camp Soundrenaline 2008, karena pada saat itu GIGI juga membawakan single dari album barunya tersebut. Sama dengan judul albumnya, single yang dibawakan berjudul Jalan Kebenaran. Dengan peralatan musik yang sederhana, GIGI tampil membawakan lagu ini dihadapan peserta Fans camp Soundrenaline 2008. Suasana mendadak sedikit hening ketika Armand menyanyikan lagu Jalan Kebenaran ini. Tepuk tangan riuh membahana ketika GIGI selesai memainkan musiknya, dan berpamitan kepada peserta Fans Camp.
Acara malam itu masih berlanjut. Setelah meet and greet, masih ada acara “barbeque”, bakar-bakar sosis dan jagung bakar. Sekaligus pembagian hadiah bagi pemenang Outbound Games yang dilaksanakan pada siang harinya. Sesudah itu acara selesai dan bersantai. Terserah peserta untuk beristirahat atau melanjutkan bercengkerama dengan kawan kawan peserta fans camp yang lain.

ps:Selanjutnya Soundrenaline 2008 ..the act !

Menyaksikan sebuah acara besar sedang dipersiapkan mungkin sebuah hal yang biasa bagi orang lain. Akan tetapi bagi saya adalah sebuah keberuntungan bisa menyaksikan langsung peristiwa ini. Truk-truk pengangkut properti untuk panggung, perangkat sound system, masih bergantian datang. Kesibukan crew mempersiapkan acara raksasa ini. Panas dan berdebu, itulah suasana yang terlihat di Peace Park kompleks candi Prambanan. Makan siang dengan menu mie goreng telur, cukup mengganjal perut. Karena sebenarnya tidak terlalu lapar. Cukup lama waktu makan siang yang diberikan. Karena juga mungkin kawan-kawan panitia, juga masih mempersiapkan acara Fans Camp ini.

 

Continue reading

Sebelum kedatangan mereka di Indonesia. Indiejember.org, lewat kontribusi Arie berhasil mewawancarai mereka. Berikut ini adalah transkrip dan terjemahan bebasnya.

Setelah album terakhir “With Devils Amongst Us All”, sangat menyenangkan sekali mendengar kalian kembali dengan materi baru. Bagaimana perasaan kalian ?
Kami semua sangat senang dan bangga dengan EP Redemption ini. Untuk selanjutnya kami sedang menyelesaikan Full Album, yang rencananya dirilis untuk musim panas mendatang.

Mengapa lama bagi kalian untuk menyelesaikan materi baru ini ?
It’s been a little over a year…
Kami melakukan tour Album With Devils Amongst Us All semenjak bulan Mei 2006 dan baru pulang kembali ke rumah pada bulan Desember 2007.
Traditionally, sebuah band membuat album baru setiap dua tahun sekali. Dan kami merasa kami telah melakukan hal tersebut pada saat yang tepat.

Bagaimana dengan tour yang kalian lakukan, apakah ada hal menarik untuk diceritakan selama 2 tahun ini ?
Tour is tour… kami telah menjalani berbagai macam tour show. from the big Ozzfest/ Family Values tours to small club. Semuanya menarik dan “amazing” bagi kami

Apa yang paling kalian sukai dari hardcore scene ?, crowds, panggung dan moshpit ?
I think we love all of the above. Hardcore shows, bagi kami terasa lebih menarik dan intim. dan kami menyukai sebagai bagian dari pertunjukan tidak hanya sebagai tontonan saja.

Kembali ke EP Redemption ini. Saya sudah mendengarkan seluruh album milik Walls Of Jericho dan akhirnya mendengarkan EP ini. Rasanya seperti terjun bebas dari musik berkecepatan tinggi ke musik dengan tempo yang pelan. Bagaimana kalian mendeskripsikan EP ini. Apakah ini semacam kontemplasi atau pemanasan sebelum akhirnya Walls Of Jericho merilis Full album ?
“We just wanted to do an acoustic EP with a cool, dark, mellow feel to it”.Jika kamu mendengarkan album lama Walls Of Jericho, kamu pasti mendengarkan satu atau 2 buah lagu seperti yang terdapat di dalam EP ini. “So we decided to just go for it”. Dan melakukan rekaman dengan materi akustik.

Apakah ada kesulitan dalam merubah style vocal. Dari vocal yang brutal ke bentuk yang lebih mellow dan melodic. Dengan instrument akustik
Tidak ada kesulitan dan sangat menyenangkan sekali. “It was cool”. Dan ternyata mudah sekali untuk menulis lagu lagu dalam EP ini

Mengejutkan sekali ketika mendengar Walls Of Jericho membawakan “House Of Rising Sun”. Ceritakan bagaimana lagu ini bisa ikut masuk dalam EP ini.
“We all Love that song”. Dan kami merasa mengasyikkan sekali bila bisa memasukkan lagu ini dalam EP

Bagaimana rasanya di produseri oleh Corey Taylor (Slipknot / Stonesour)
“Corey’s a good friend and a great person”
Kami melakukan sesuatu yang menyenangkan dengannya dalam Redemption ini. Dan Corey benar benar membantu Candace dalam mengolah vokalnya.
“He was the perfect producer to work with on this project”. Dan kami benar benar senang sekaligus bangga bisa bekerja sama dengannya.

Album baru Walls Of Jericho akan dirilis pada musim panas tahun ini.apakah kalian bisa memberi petunjuk tentang album ini nantinya ?
It’s gonna be Brutal so hold on to your seats boys and girls.

Mengapa, semenjak album pertama, lirik yang dibuat oleh Walls of Jericho, selalu jauh dari masalah-masalah politik ?
Kami memang memutuskan untuk lebih banyak berbicara tentang masalah masalah pribadi yang lebih sering dialami banyak orang.

Band ini, Walls Of Jericho, sekarang menjadi inspirasi bagi banyak band. Utamanya yang memiliki “female fronted vocal”. Bagaimana dengan hal ini ? Apakah ini berarti sesuatu ?
Menyenangkan sekali bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.”It means more to us to hear someone tell us that than anything”.

Indonesia menjadi target berikut dalam tour kalian. Bagaimana kamu tahu soal Indonesia ?
Kami tidak tahu banyak tentang Indonesia. |But we are eager to come over and see it. I hear it’s a beautiful place.”

Pesan untuk fans Walls Of Jericho di Indonesia.
We’ll see everyone in June and we are really looking forward to coming over.
See you in JUNE!!!

Terjemahan bebas diambil dari sini

Walls Of Jericho

Kabar gembira untuk para fans female-fronted Hardcore band asal Detroit, Michigan, Walls Of Jericho.

Dari info yang didapat dari Myspace, rencananya band ini akan segera bertandang ke Indonesia. Tanggal 13 Juni 2008 bertempat di UMM Dome, Universitas Muhammadiyah Malang, yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 14 Juni 2008 di Basket Hall Senayan Jakarta.

Ok guys…get ready to see, and bangin’ your head, for the most inhuman female vocal act !!