Perjalanan menuju Yogyakarta memakan waktu antara 30 – 45 menit. Kami tiba di Yogyakarta sekitar pukul 8.20 WIB. Sesampai di bandara Adisucipto Yogyakarta, ternyata kami sudah ditunggu oleh para penjemput. Rencananya kami akan langsung dibawa ke fanscamp untuk segera berkumpul dengan rombongan yang lain.

Kami harus menunggu sekitar satu jam, karena kawan kawan dari Samarinda belum datang. Akhirnya kira kira jam 10.00 WIB. Setelah kawan dari Samarinda datang, kita bersama sama berangkat. Dengan 2 buah bus kami diangkut menuju ke Fans Camp Soundrenaline 2008 Yogyakarta, yang ditempatkan di Peace Park, di kompleks Candi Prambanan.

Perjalanan menggunakan shuttle bus menuju Peace Park, Prambanan, hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Sesampai di Peace Park, saya dan rombongan segera digiring menuju ke Fans Camp, untuk segera melakukan registrasi.

Registrasi tidak memakan waktu lama, hanya pencatatan nama dan pembagian goodie bags, berisi kaos dan id-card yang harus dipakai oleh peserta fans camp selama acara berlangsung. Serta ada tambahan berupa Sleeping Bag !. Ya ..sleeping bag, karena pada hari itu kami akan bermalam di fans camp. Di tenda-tenda yang sudah disediakan oleh panitia.

Sepertinya kedatangan kami, mungkin adalah rombongan pertama, karena suasana di fans camp masih terasa sepi, terlihat hanya beberapa gelintir orang saja peserta fans camp dan Panitia Lokal Soundrenaline 2008.

ps: selanjutnya adalah Fans Camp Story and Party

Jumat sore 8 Agustus 2008, jam 15.30, sesuai dengan perjanjian, saya telah dijemput oleh layanan Travel, untuk kemudian berangkat dari Jember menuju ke Surabaya. Travel selain menjemput saya, travel juga menjemput Pak Gatot, dari Sampoerna, Jember. Yang pasti untuk persiapan menjelang Soundrenaline 2008 Jogjakarta. Perjalanan sempat terhenti di Probolinggo untuk makan malam, tidak lama, sekitar 30 menit. Kami sampai di Surabaya sekitar pukul 23.00 WIB, yang kemudian langsung menuju penginapan.Dari informasi Mas Arief (Sampoerna), kami akan dijemput dan menuju ke bandara Juanda, sekitar pukul 5 pagi. Mau nggak mau akhirnya dipaksa juga tidur daripada tidak bisa bangun.

Ternyata jadwal penjemputan tersebut molor. Mungkin sengaja dibuat seperti itu agar kami siap-siap terlebih dahulu. Karena jadwal penerbangan pesawat yang menuju ke Yogyakarta adalah pukul 7.30 WIB. (dan saya sudah terlanjur bangun jam 4 pagi :D, tahu gitu saya ngopi dulu di lobby hehehhe)

Sekitar pukul 6 saya dan kawan-kawan yang lain, yakni para peserta Fanscamp Soundrenaline  2008 Yogyakarta, dikumpulkan di lobby hotel, untuk proses check out. Yang diberangkatkan bersama dengan saya adalah kawan-kawan dari beberapa kota dimana terdapat perwakilan Sampoerna, seperti Jember, Mojokerto, Kediri, Surabaya, Malang.

6.30 WIB kami sudah sampai di bandara Juanda. Urusan tiket dan boarding pass ternyata sudah dibereskan oleh Mas Gatot dan mas Arief dari Sampoerna. Saya dan kawan-kawan peserta fanscamp yang lain tinggal masuk ke ruang tunggu bandara. Menjelang week end, ruang tunggu di bandara Juanda terasa penuh sesak. Banyak penumpang yang menunggu kedatangan pesawat.

7.30 pesawat sudah datang dan kami dipersilahkan untuk menaiki pesawat dan berangkat ke Jogjakarta.

Then we fly !

ps : selanjutnya adalah perjalanan menuju Fanscamp

Sebelum kedatangan mereka di Indonesia. Indiejember.org, lewat kontribusi Arie berhasil mewawancarai mereka. Berikut ini adalah transkrip dan terjemahan bebasnya.

Setelah album terakhir “With Devils Amongst Us All”, sangat menyenangkan sekali mendengar kalian kembali dengan materi baru. Bagaimana perasaan kalian ?
Kami semua sangat senang dan bangga dengan EP Redemption ini. Untuk selanjutnya kami sedang menyelesaikan Full Album, yang rencananya dirilis untuk musim panas mendatang.

Mengapa lama bagi kalian untuk menyelesaikan materi baru ini ?
It’s been a little over a year…
Kami melakukan tour Album With Devils Amongst Us All semenjak bulan Mei 2006 dan baru pulang kembali ke rumah pada bulan Desember 2007.
Traditionally, sebuah band membuat album baru setiap dua tahun sekali. Dan kami merasa kami telah melakukan hal tersebut pada saat yang tepat.

Bagaimana dengan tour yang kalian lakukan, apakah ada hal menarik untuk diceritakan selama 2 tahun ini ?
Tour is tour… kami telah menjalani berbagai macam tour show. from the big Ozzfest/ Family Values tours to small club. Semuanya menarik dan “amazing” bagi kami

Apa yang paling kalian sukai dari hardcore scene ?, crowds, panggung dan moshpit ?
I think we love all of the above. Hardcore shows, bagi kami terasa lebih menarik dan intim. dan kami menyukai sebagai bagian dari pertunjukan tidak hanya sebagai tontonan saja.

Kembali ke EP Redemption ini. Saya sudah mendengarkan seluruh album milik Walls Of Jericho dan akhirnya mendengarkan EP ini. Rasanya seperti terjun bebas dari musik berkecepatan tinggi ke musik dengan tempo yang pelan. Bagaimana kalian mendeskripsikan EP ini. Apakah ini semacam kontemplasi atau pemanasan sebelum akhirnya Walls Of Jericho merilis Full album ?
“We just wanted to do an acoustic EP with a cool, dark, mellow feel to it”.Jika kamu mendengarkan album lama Walls Of Jericho, kamu pasti mendengarkan satu atau 2 buah lagu seperti yang terdapat di dalam EP ini. “So we decided to just go for it”. Dan melakukan rekaman dengan materi akustik.

Apakah ada kesulitan dalam merubah style vocal. Dari vocal yang brutal ke bentuk yang lebih mellow dan melodic. Dengan instrument akustik
Tidak ada kesulitan dan sangat menyenangkan sekali. “It was cool”. Dan ternyata mudah sekali untuk menulis lagu lagu dalam EP ini

Mengejutkan sekali ketika mendengar Walls Of Jericho membawakan “House Of Rising Sun”. Ceritakan bagaimana lagu ini bisa ikut masuk dalam EP ini.
“We all Love that song”. Dan kami merasa mengasyikkan sekali bila bisa memasukkan lagu ini dalam EP

Bagaimana rasanya di produseri oleh Corey Taylor (Slipknot / Stonesour)
“Corey’s a good friend and a great person”
Kami melakukan sesuatu yang menyenangkan dengannya dalam Redemption ini. Dan Corey benar benar membantu Candace dalam mengolah vokalnya.
“He was the perfect producer to work with on this project”. Dan kami benar benar senang sekaligus bangga bisa bekerja sama dengannya.

Album baru Walls Of Jericho akan dirilis pada musim panas tahun ini.apakah kalian bisa memberi petunjuk tentang album ini nantinya ?
It’s gonna be Brutal so hold on to your seats boys and girls.

Mengapa, semenjak album pertama, lirik yang dibuat oleh Walls of Jericho, selalu jauh dari masalah-masalah politik ?
Kami memang memutuskan untuk lebih banyak berbicara tentang masalah masalah pribadi yang lebih sering dialami banyak orang.

Band ini, Walls Of Jericho, sekarang menjadi inspirasi bagi banyak band. Utamanya yang memiliki “female fronted vocal”. Bagaimana dengan hal ini ? Apakah ini berarti sesuatu ?
Menyenangkan sekali bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.”It means more to us to hear someone tell us that than anything”.

Indonesia menjadi target berikut dalam tour kalian. Bagaimana kamu tahu soal Indonesia ?
Kami tidak tahu banyak tentang Indonesia. |But we are eager to come over and see it. I hear it’s a beautiful place.”

Pesan untuk fans Walls Of Jericho di Indonesia.
We’ll see everyone in June and we are really looking forward to coming over.
See you in JUNE!!!

Terjemahan bebas diambil dari sini

Angtoria

Sarah Jezebel Deva, vokalis bertubuh subur, yang merupakan backing vocal untuk band Black Metal, Cradle Of Filth, ternyata memiliki energi yang berlebih. Dibuktikan dengan dibentuknya band Angtoria. Band beraliran gothic yang didirikannya bersama dua bersaudara asal Swedia Chris Rehn dan Tommy Rehn.

Dimulai saat pertemuan Sarah dan Chris pada saat melakukan tour bersama di tahun 2001.Kemudian pada tahun 2002, mereka membuat demo yang diantaranya berisi lagu cover dari Kylie Minogue berjudul Confide in Me. Di tahun 2005 band ini menjadi pemenang dalam kompetisi band yang diadakan oleh gothmetal.net. Yang akhirnya membawa grup ini dalam album kompilasi. Pada akhir tahun 2005, akhirnya Angtoria berhasil menandatangani kontrak untuk rekaman dengan label Listenable Records.

Debut album Angtoria berisikan 13 lagu berjudul God Has a Plan For Us All . Merupakan bukti bahwa Cradle Of Filth tidak salah dalam memilih backing vocal bersuara empat oktaf yang handal ini. Dan nama Angtoria pantas disejajarkan dengan band gothic yang lain.

Official Angtoria Site

Official Angtoria Myspace

Continue reading