Laboratory Sickness adalah sebuah band underground yang terbentuk pada awal tahun 2006. Band yang mengusung genre Hardcore Trash Metal ini pada awalnya terbentuk dalam formasi Hotim (vocal), Goni (Guitar), Fahmi (Drum), dan Bawon (bass).

Kemudian pada pertengahan tahun 2006 band ini mengalami perubahan konsep disebabkan oleh beberapa hal yang juga menyebabkan perubahan formasi personil. Dan kini Laboratory Sickness berdiri dengan konsep baru, dengan personil yang baru juga yaitu: Nax (Vocal), Yanto (Gitar), Fahmi (Drum) dan Gabuz (Bass).

Tidak jarang Band kami sering tampil dalam gigs ataupun event-event yang ada di jember. Bahkan kami juga pernah di undang keluar kota seperti Banyuwangi,  Jombang, Surabaya dan Probolinggo.
Pada awalnya Band ini hanya membawakan lagu-lagu dari Band lain seperti Kittie, Walls Of Jericho, As i Lay Dying, Forgotten, The Devil Wears Prada, Stepforward dan masih banyak lagi. Kemudian setelah melalui beberapa proses kejenuhan dan lahirnya sebuah misi baru,kami memutuskan untuk membuat lagu sendiri. Perjuangan kami untuk membuat lagu sendiri tidaklah mudah, dikarenakan banyaknya perbedaan visi dan misi. Namun akhirnya  pada Tahun 2007 kami telah berhasil mengeluarkan single berjudul This Time For Us. Dan  sampai sejauh ini kami sudah menghasilkan 6 lagu yang masih dalam proses recording mini album kami.

Music Influenced:
Gun N Roses, Metallica, Panthera, Caliban, Nirvana, Deep Purple, Slipknot, Walls Of Jericho, Killswitch Engage, As i Lay Dying, Black Dahlia Murder, Bleeding Through, Everytime I die, Forgotten, Siksa Kubur, Stepforward, Ashlee Simpson.

Mau dengerin lagunya ? berikut ini adalah single dari Laboratory Sickness berjudul This Time For us. Coba saja dengerin kegarangan mereka. Kita tunggu saja release album mereka yang saat ini sedang dalam penggarapan.

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA

PS : Guys …you’re fu*kin crazy…personally, I’ve high hope for you !!

walls of jerichoAkhirnya seperti dijanjikan oleh Walls of Jericho. Album baru mereka akhirnya dirilis juga. Dan album ini memang “really heavy” . Album berisi 12 lagu ini benar-benar terasa berat, menghajar telinga. Setelah bermain main dengan hawa akustik di dalam mini  album  Redemption. The American Dream ini cukup membuat dada bergetar.

Tracklist:

  1. The New Ministry
  2. II. The Prey
  3. The American Dream
  4. Feeding Frenzy
  5. I. The Hunter
  6. Famous Last Word
  7. A Long Walk Home
  8. III. Shock Of The Century
  9. Discovery Of Jones
  10. Standing On Paper Stilts
  11. Night Of A Thousand Torches
  12. The Slaughter Begins

Sebelum kedatangan mereka di Indonesia. Indiejember.org, lewat kontribusi Arie berhasil mewawancarai mereka. Berikut ini adalah transkrip dan terjemahan bebasnya.

Setelah album terakhir “With Devils Amongst Us All”, sangat menyenangkan sekali mendengar kalian kembali dengan materi baru. Bagaimana perasaan kalian ?
Kami semua sangat senang dan bangga dengan EP Redemption ini. Untuk selanjutnya kami sedang menyelesaikan Full Album, yang rencananya dirilis untuk musim panas mendatang.

Mengapa lama bagi kalian untuk menyelesaikan materi baru ini ?
It’s been a little over a year…
Kami melakukan tour Album With Devils Amongst Us All semenjak bulan Mei 2006 dan baru pulang kembali ke rumah pada bulan Desember 2007.
Traditionally, sebuah band membuat album baru setiap dua tahun sekali. Dan kami merasa kami telah melakukan hal tersebut pada saat yang tepat.

Bagaimana dengan tour yang kalian lakukan, apakah ada hal menarik untuk diceritakan selama 2 tahun ini ?
Tour is tour… kami telah menjalani berbagai macam tour show. from the big Ozzfest/ Family Values tours to small club. Semuanya menarik dan “amazing” bagi kami

Apa yang paling kalian sukai dari hardcore scene ?, crowds, panggung dan moshpit ?
I think we love all of the above. Hardcore shows, bagi kami terasa lebih menarik dan intim. dan kami menyukai sebagai bagian dari pertunjukan tidak hanya sebagai tontonan saja.

Kembali ke EP Redemption ini. Saya sudah mendengarkan seluruh album milik Walls Of Jericho dan akhirnya mendengarkan EP ini. Rasanya seperti terjun bebas dari musik berkecepatan tinggi ke musik dengan tempo yang pelan. Bagaimana kalian mendeskripsikan EP ini. Apakah ini semacam kontemplasi atau pemanasan sebelum akhirnya Walls Of Jericho merilis Full album ?
“We just wanted to do an acoustic EP with a cool, dark, mellow feel to it”.Jika kamu mendengarkan album lama Walls Of Jericho, kamu pasti mendengarkan satu atau 2 buah lagu seperti yang terdapat di dalam EP ini. “So we decided to just go for it”. Dan melakukan rekaman dengan materi akustik.

Apakah ada kesulitan dalam merubah style vocal. Dari vocal yang brutal ke bentuk yang lebih mellow dan melodic. Dengan instrument akustik
Tidak ada kesulitan dan sangat menyenangkan sekali. “It was cool”. Dan ternyata mudah sekali untuk menulis lagu lagu dalam EP ini

Mengejutkan sekali ketika mendengar Walls Of Jericho membawakan “House Of Rising Sun”. Ceritakan bagaimana lagu ini bisa ikut masuk dalam EP ini.
“We all Love that song”. Dan kami merasa mengasyikkan sekali bila bisa memasukkan lagu ini dalam EP

Bagaimana rasanya di produseri oleh Corey Taylor (Slipknot / Stonesour)
“Corey’s a good friend and a great person”
Kami melakukan sesuatu yang menyenangkan dengannya dalam Redemption ini. Dan Corey benar benar membantu Candace dalam mengolah vokalnya.
“He was the perfect producer to work with on this project”. Dan kami benar benar senang sekaligus bangga bisa bekerja sama dengannya.

Album baru Walls Of Jericho akan dirilis pada musim panas tahun ini.apakah kalian bisa memberi petunjuk tentang album ini nantinya ?
It’s gonna be Brutal so hold on to your seats boys and girls.

Mengapa, semenjak album pertama, lirik yang dibuat oleh Walls of Jericho, selalu jauh dari masalah-masalah politik ?
Kami memang memutuskan untuk lebih banyak berbicara tentang masalah masalah pribadi yang lebih sering dialami banyak orang.

Band ini, Walls Of Jericho, sekarang menjadi inspirasi bagi banyak band. Utamanya yang memiliki “female fronted vocal”. Bagaimana dengan hal ini ? Apakah ini berarti sesuatu ?
Menyenangkan sekali bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.”It means more to us to hear someone tell us that than anything”.

Indonesia menjadi target berikut dalam tour kalian. Bagaimana kamu tahu soal Indonesia ?
Kami tidak tahu banyak tentang Indonesia. |But we are eager to come over and see it. I hear it’s a beautiful place.”

Pesan untuk fans Walls Of Jericho di Indonesia.
We’ll see everyone in June and we are really looking forward to coming over.
See you in JUNE!!!

Terjemahan bebas diambil dari sini

Walls Of Jericho

Kabar gembira untuk para fans female-fronted Hardcore band asal Detroit, Michigan, Walls Of Jericho.

Dari info yang didapat dari Myspace, rencananya band ini akan segera bertandang ke Indonesia. Tanggal 13 Juni 2008 bertempat di UMM Dome, Universitas Muhammadiyah Malang, yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 14 Juni 2008 di Basket Hall Senayan Jakarta.

Ok guys…get ready to see, and bangin’ your head, for the most inhuman female vocal act !!